• Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sebelum kita masuk pada pengertian metode Weighted Product (WP) itu sendiri alangkah baiknya kita berkenalan terlebih dahulu pada metode ini. Pada awalnya metode ini pertama kali diterbitkan oleh bridgman pada tahun 1922 yang termuat pada artikelnya, lalu pada tahun 1969. Miller dan Starr juga ikut juga menerbitkan artikel mengenai metode WP ini. Metode WP ini hampir mirip dengan Metode Weighted Sum (WS), namun terdapat sedikit perbedaan pada operasi matematisnya yakni pada metode weighted product menggunakan perkalian sedangkan pada metode weighted sum menggunakan penjumlahan.
Metode Weighted Product adalah salah satu penyelesaian pada sistem pendukung keputusan. Metode ini mengevaluasi beberapa alternatif terhadap sekumpulan atribut/kriteria, dimana setiap atribut tidak bergantung antara satu dengan lainnya.
Dalam buku kusumadewi yang diterbitkan pada tahun 2006 disebutkan bahwa metode WP menggunakan teknik perkalian untuk rating atribut. dimana rating atribut harus dipangkatkan dengan bobot atribut yang bersangkutan.

TAHAPAN

1. Tentukan kriteria

Kita harus menentukan kriteria yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan sebuah keputusan, yakni Ci dan masing-masing sifat kriteria yakni Cost atau Benefit kah dia.

2. Tentukan rating kecocokan 

Yaitu rating kecocokan rating setiap alternatif pada setiap kriteria, dan buatkanlah matriks keputusannya.

3. Lakukan normalisasi bobot

Nilai dari total bobot harus memenuhi persamaan:

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

4. Menentukan nilai vektor S

Dengan cara mengalikan seluruh kriteria bagi sebuah alternatif dengan bobot sebagai pangkat positif untuk kriteria benefit dan bobot negatif pada kriteria cost.
Rumus untuk menghitung nilai preferensi untuk Ai adalah:

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Keterangan:

  • S       : Menyatakan preferensi alternatif yang dianalogikan sebagai vektor S
  • X      : Menyatakan nilai kriteria
  • W     : Menyatakan bobot kriteria
  • I       : Menyatakan alternatif
  • J       : Menyatakan kriteria 
  • N     : Menyatakan banyaknya kriteria

 5. Menentukan nilai vektor V

Nilai V adalah nilai yang digunakan untuk perangkingan.
Rumus untuk mendapatkan nilai V adalah:

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Keterangan:

  • V   : Menyatakan nilai preferensi alternatif yang dianalogikan sebagai vektor V
  • X   : Menyatakan nilai kriteria
  • W  : Menyatakan bobot kriteria
  • I    : Menyatakan alternatif
  • J    : Menyatakan kriteria
  • N  : Menyatakan banyaknya kriteria

6. Merangking nilai vektor

Ini merupakan tahap akhirnya dan di dapatkanlah rekomendasi terbaik

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Penilaian ini merupakan bersifat subjektif, maksudnya ini merupakan pandangan penulis pada saat memahami metode ini

KELEBIHAN

  1. Lebih mudah untuk dipahami dibandingkan AHP ataupun ANP tapi lebih sulit ketimbang SAW
  2. Lebih simple dibandingkan dengan beberapa metode yang lain
  3. Tidak terlalu komplex dalam segi perhitungannya

KEKURANGAN

Penulis belum menemukan kekurangan pada metode ini, kemungkinan akan diupdate apabila penulis menemukan kekurangan pada metode ini.

Studi Kasus

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
Penggunaan Metode Weighted Product Untuk proses Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan di Desa Pangarangan

Saat ini Program Keluarga Harapan yang dijalankan di Kabupaten Sumenep khusunya di Desa Pangarangan masih belum berjalan sesuai yang diharapkan, banyak ditemukan hambatan atau permasalahan yang menjadi perselisihan dalam penerimaan bantuan ini, adapun persoalan yang berkenaan dengan program ini yaitu kelayakan peserta Program Keluarga Harapan. Masyarakat mempersoalkan adanya peserta Program Keluarga Harapan yang bukan Rumah Tangga Sangat Miskin, karena peserta tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Sementara pada saat bersamaan ada masyarakat yang dinilai Rumah Tangga Sangat Miskin tidak terdata atau tidak termasuk dalam daftar calon penerima Program Keluarga Harapan. Hal ini karena proses pemilihan calon penerima bantuan Program Keluarga Harapan dilakukan biasa-biasa saja dan terbilang masih manual, maksudnya dalam proses penentuannya tidak menggunakan aplikasi yang tepat untuk menentukan data calon peserta yang terbilang telah memenuhi kriteria. Artinya penentuan prioritas sasaran penerima bantuan Program Keluarga Harapan ini belum tepat sasaran.