Menanamkan Pendidikan Islam untuk anak usia dini tentu menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Anak belum mengetahui tata krama, norma, etika dan berbagai hal tentang dunia. Di era globalisasi ini anak mulai mengenal dan seringkali bermain dengan smartphone tanpa kontrol yang cukup. Padahal, tidak sedikit informasi negatif yang tidak dapat terfilterisasi justru akan merusak moral anak itu sendiri. Namun permasalahan ini akan dapat terselesaikan apabila anak bermain menggunakan media board game, selain itu juga dapat membantu meningkatkan intensitas komunikasi anak dengan orangtua dan sesama.

Anak usia dini belajar bagaimana bertindak dengan meniru pembicaraan dan tindakan orang dewasa, tanpa mengetahui mengapa. Anak usia dini tidak mampu mengerti masalah standar moral, sehingga orangtua perlu konsisten dengan aturan dan membimbing anak untuk belajar berperilaku moral dalam pelbagai situasi yang khusus [1].

Anak-anak cenderung bersifat egosentris, senang meniru, lebih peka, bersosialisasi/berkelompok, bereksplorasi/adventuring, dan rebell/pembangkangan. Akan baik jika pada masa ini anak-anak diberikan permainan yang dapat memicu munculnya rasa peka anak, serta dapat dimainkan bersama demi meningkatkan rasa sosialisasi anak [2].

Dalam konsep pendidikan anak usia dini ada beberapa karakteristik kegiatan bermain pada anak yang perlu difahami oleh stimulator, antara lain12bermain muncul dari dalam diri anak, bermain harus bebas dari aturan yang mengikat, kegiatan untuk dinikmati, bermain adalah aktivitas nyata dan sesungguhnya, bermain harus difokuskan pada proses daripada hasil, bermain harus didominasioleh pemain, bermain harus melibatkan peran aktif dari pemain [3].

Permainan 5 Pillar menawarkan tiga varian yang masing-masing tetap mengandung konten Islam. Selain board game atau permainan dengan menggunakan papan, ada kotak permainan yang menuntut kreativitas serta trivia. Total, terdapat 2.500 pertanyaan yang diajukan ke lawan bermain dengan cara bervariasi [4].

5 Pilar Game ini memiliki tiga prinsip yaitu, Play, Learn dan Connect (belajar, bermain, dan berinteraksi). Selain diolah dengan permainan edukatif dan lebih menyenangkan, permainan ini juga dapat membuat para pemainnya saling berinteraksi satu sama lain, mendekatkan dengan kerabat, keluarga, dan sahabat [5].

Daftar Pustaka

[1] Fadlullah, “PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM”,  Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 6, No. 2, p. 308-320, Januari 2018.

[2] C.C.Monica,“Perancangan Board Game Pembelajaran Bagi Perkembangan Karakter Anak Usia 4-6 Tahun” Jurnal DKV Adiwarna, Vol. 1, No. 12, p. 2, 2018.

[3] Aryani. Nini, “Konsep Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif Pendidikan Islam”, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1, No. 2, p. 213-227, Juli – Desember 2015.

[4] Pryanka. Adinda,”5 Pilar Game, Permainan dengan Konten Islam”. (2018). Nasional republika. Diambil dari https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/03/14/p5kq6j415-5-pilar-game-permainan-dengan-konten-islam

[5] Nurjamal, “ Begini Asyiknya Belajar Islam Lewat Permainan ‘5 Pilar Board Game’”. (2018). Gomuslim. Diambil dari https://www.gomuslim.co.id/read/news/2018/09/17/8988/-p-begini-asyiknya-belajar-islam-lewat-permainan-5pilar-board-game-p-.html