Select Page

Author: Edi Satriyanto

Berlari cepat menembus peringkat webometrics

Perguruan Tinggi di indonesia saat ini tidak hanya cukup puas dapat akreditasi Program studinya dapat B atau bahkan A termasuk akreditasi institusinya dapat B atau A. Kementrian Ristekdikti saat ini banyak melakukan beberapa pemeringkatan,di Direktorat Kelembagaan dan Iptek memiliki pemeringkatan tatakelola perguruan terbaik di kategori perguruan tinggi akademik dan Politeknik di lingkungannya, world class university dan seterusnya. Di Direktorat Belmawa juga demikian perengkingan PKM,PMW,mawapres dan masih banyak lagi. Demikian juga di Sesditjen  kemenristekdikti juga melakukan perengkingan untuk pengelolaan media informasi di perguruan tinggi seperti pemeringkatan web portal hingga media sosialnya dan masih banyak lagi pemeringkatan lainnya. Pemeringkatan yang tidak...

Read More

Produk Tenant Inkubator PENS Sky Venture Laris Manis di RITECH EXPO Pekanbaru

Bangga sebagai bangsa Indonesia jika melihat karya teknologi yang berlimpah di Pekanbaru pada RITECH ExPo 2018, baik  produk-produk teknologi Inovasi dari karya BUMN,lembaga dan kementrian terkait,perguruan tinggi hingga UKM diseluruh Indonesia. Pengunjung membludak antusias melihat,bertanya dan bertransaksi untuk memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa, ya benar kalau bukan kita lalu siapa yang memulai menggunakan produk-produk dalam negeri kita. Pada pameran tahun ini PENS Sky Venture mendapat undangan dari panitia RITECH ExPo untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut. Meskipun diberi stand yang kecil dan imut tapi tidak mengurangi jumlah peminat pengunjung membludak di stand PENS Sky Venture, bahkan yang menarik dari produk-produk yang inkubator tsb mampu jualan ludes habis seperti Io-pori terjadi sold out hingga banyak yang PO,Digital Book juga demikian transaksinya terjadi Sold out hingga banyak yang PO, 15 Item terjual produk TGTech dan tidak ketinggalan produk KICO untuk pengemar burung kicau sebagai teknologi pelatihan agar burung mampu berkicau lebih merdu juga lalu keras. Ritech ExPo 2018 ini PENS juga berhasil mengondol juara 3 stand “terbaik” kategori perguruan tinggi,sekali lagi meskipun stand yang diberikan ke kampus tersebut termasuk kecil dan imut dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Alhamdulillah Produk Tenant PENS Sky Venture sangat diminati tapi lebih dari itu,buktinya bisa membawah Juara 3 sebagai stand “Terbaik”. Selamat untuk PENS telah menunjukan produk-produk teknologinya yang marketable dan innovative,sampai bertemu di RITECH Expo...

Read More

Mengapai World Class Polytechnic

 PENS International Cooperation Office(PICO) Bukan karena latah dan galau, karena Pemerintah akan mengimpor tenaga pengajar untuk perguruan tinggi di Tanah Air. Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) Mohamad Nasir mengatakan, Indonesia memerlukan 200 tenaga dosen asing agar masuk reputasi dunia di bidang pendidikan. Menurut beliau: “Salah satu indikator pengukurannya (reputasi dunia) adalah staff mobility. Staff mobility ini adalah dosen asing masuk ke Indonesia, demikian pula sebaliknya Indonesia di luar negeri,” kata Nasir di Gedung Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Jakarta, Selasa (referensi katadata.co.id). Lalu tahun ini tema Dies Natalis PENS yang ke 30 Menuju World Class Polytechnic. Sekali lagi bukan karena program kemerinstekdikti tersebut, tema Dies Natalis PENS kali ini mengambil tema yang inline dengan kebijakan Dikti saat ini. Memang dalam renstra PENS 2018-2021, salah satu program perioritas PENS saat ini adalah menjadikan PENS menjadi kampus berskala internasional tidak cukup hanya institusi PENS terakreditasi A oleh BAN PT, tetapi juga nantinya harus terakreditasi internasional. Meskipun berdirinya PENS sejak tahun 1988 atas dasar hibah JICA pemerintah Jepang, selain hibah gedung dan pelaratan infrastuktur, dimana selama pendirian dan pengembangannya di bina oleh expert dari dosen-dosen senior perguruan tinggi Jepang, dan pada akhirnya dosen-dosen PENS diminta oleh JICA untuk menjadi expert  dosen di Rwanda untuk melatih beberapa dosen dalam pengembangan kompetensi pembelajaran yang terintegrasi dengan pemecahan masalah yang ada di industri disana. PENS juga selalu mengembangkan kemitraan jejaring internasional yang saat ini...

Read More

Upaya PENS dalam Pengembangan dan Penerapan Digital Ekonomi

Sedikit sharing Bagaimana Pengembangan dan Penerapan Digital Ekonomi di PENS? Pembahasan Digital Ekonomi saat ini jadi viral…apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kurikulum pendidikan di Indonesia bisa fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Pasalnya, kurikulum pendidikan menjadi salah satu indikator pendukung terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. “Kurikulum kita harus fleksibel, enggak bisa kaku terus karena perkembangan, perubahan dari detik ke detik berubah-ubah.” kata Jokowi dalam acara CEO Forum di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (referensi detik.com). “Universitas kita sudah terlalu lama tidak berubah mungkin 30 tahun. Tahun, tahun, fakultasnya itu-itu saja. Ekonomi, jurusannya Akuntansi, Manajemen Pembangunan, Studi Pembangunan. Padahal dunia sudah berubah,” sebut dia dalam perhelatan tersebut. Padahal menurut Jokowi, dengan perkembangan dunia industri saat ini, harusnya Indonesia memiliki perguruan tinggi yang mengajarkan tentang ekonomi digital. “Sekarang enggak ada di kita ini jurusan digital ekonomi, ritel manajemen enggak ada. Jurusan toko online enggak ada,” sebut dia dalam acara yang dihadiri ekonom dan pelaku industri jasa keuangan tersebut . Harusnya dunia pendidikan bisa berubah mengikuti perkembangan zaman agar lulusannya bisa menjawab permasalahan yang tengah dihadapi dunia industri saat ini. Lalu pertanyaannya bagaimana dengan PENS,pengembangan dan penerapannya seperti apa dalam menjawab kegundahan pak Jokowi tersebut. Apa PENS harus memiliki prodi Ekonomi Digital untuk mengaplikasikan era Industri 4.0 tsb. Berikut ini sedikit sharing  tentang yang sudah dikerjakan PENS dalam mendukung Ekonomi Digital...

Read More

Bermesraan dalam membangun, memelihara dan mengembangkan Industri

    Bagian solusi terpenting dalam pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia wajib hukumnya harus bisa bermesraan dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan Industri baik industri lokal, industri regional maupun industri di negara lain. Industri-industri inilah yang akan memperbesarkan dan menghebatkan Politeknik sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang semuanya sangat tergantung dari industri, bagaimana mungkin kurikulum program studi di Politeknik yang berbasis praktikum di  laboratorium tanpa sentuhan industri ? bagaimana mungkin mahasiswa politeknik yang harus kerja praktik industrinya tidak di fasilitasi industri? bagaimana mungkin lulusan politeknik yang siap kerja tidak di beri akses industri? bagaimana mungkin riset-riset dosen Politeknik yang berbasis riset terapan tidak kolaborasi dengan industri? dan seterusnya, intinya Politeknik tanpa dengan industri akan mengurangi kepercayaan masyarakat akan kualitas pendidikan tersebut dan mubadzir dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. Ibarat makan tidak ada lauk pauknya, ibarat laut tidak ada airnya, ibarat pohon durian menambah kolestrol (bagi yang kolestrolnya tinggi jangan makan durian banyak-banyak, mending dikirim ke tetangga sebelah :-D) itulah industri betapa pentingnya dalam pendidikan vokasi…. Lalu pertanyaannya, apakah mudah membangun kerjasama dengan industri sehingga Politekinik-politeknik d Indoensia berbasis industri? lalu bagaimana strategi dalam memelihara kerjasama industri yang sudah dilakukan? dan bagaimana mengembangkan kemitraan industri sehingga tidak hanya sekedar seremonial MoU saja tetapi benar-benar ada aksi dan reaksinya, keberkahan dan inovasi bersama yang mutual benefit yang dikerjakan bersama. Memang butuh energi yang tidaklah sedikit dan tidak boleh dianggap enteng untuk menjawab...

Read More

Pin It on Pinterest