Assalamualaikum teman temann šŸ˜€

Welcome back with me, Inneee dari elka 19 yang akan menemani kalian selama beberapa menit kedepan hehešŸ¤—šŸ¤— oiya harus dibaca sampe abis ! awas aja kalo engga:(

Jadi pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang Pointer dan Penggunaannya dalam Fungsi. temen temen disini ada yang udah tau pointer itu apa? Kalo belum yuk langsung dibaca aja.

ā€¢Jadi apa tujuan kita belajar pointer?

Tujuan
Mempelajari penggunaan varuable pointer yang dipadukan dengan varuable bertipe integer, array, dan string serta penggunaan pointer dalam suatu fungsi, baik sebagai penunjuk fungsi atau sebagai argument fungsi. Dipelajari juga pada praktikum ini pointer yang menunjuk pointer lainnya.

ā€¢Sebelum ke praktikumnya yuk dibaca dulu teori dan contohnya dulu!

Teori
Pointer adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu variabel lainnya. Alamat ini merupakan lokasi dari objek lain di dalam memori. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel pointer, kita harus menggunakan tanda asterik/bintang ( * ) di depan variabel yang akan dideklarasikan.

Format Penulisan :
tipe_data *nama_variabel;

Untuk mendapatkan alamat dari variabel pointer yang telah dideklarasikan sebelumnya, kita harus menggunakan tanda ampersand (&) didepan variabel pointer tersebut.

Format Penulisan :
&nama_variabel;

Sedangkan untuk mendapatkan nilai dari variabel pointer yang telah dideklarasikan, kita harus menggunakan tanda asterik ( * ) didepan variabel pointer tersebut.

Format Penulisan :
*nama_variabel;

Contoh Penulisan :
#include <stdio.h>

int main () {

int nilai = 10;
int *nilai2;

nilai2 = &nilai;

printf(ā€œAlamat variabel nilai: %x\nā€, &nilai );
printf(ā€œIsi variabel nilai2: %d\nā€, *nilai2 );

getch();

return 0;

Program Percobaan

1.Mengakses isi suatu variable melalui pointer.
/* Nama File : POINTER1.C */

void main()

{

int y, x = 2002; /* x & y bertipe int */

int *px; /* var pointer menunjuk data tipe int */

px = &x; /* px diisi alamat dari variabel x */

y = *px; /* y diisi nilai yang ditunjuk oleh px */

printf(ā€œAlamat x = %p\nā€, &x);

printf(ā€œIsi px = %p\nā€, px);

printf(ā€œIsi x = %d\nā€, x);

printf(ā€œNilai *px = %d\nā€, *px);

printf(ā€œNilai y = %d\nā€, y);

getch();

}

2. Mengamati persamaan penggunaan variable index pada array dan variable index pada pointer

/* Nama File : STRING2.C */

void main()

{

int nilai[10]={86,75,98,66,56,76,80,95,70,60};

int index, *ip;

printf(ā€œMencetak menggunakan array\nā€);

printf(ā€œDaftar nilai siswa\n\nā€);

for(index=0; index<10; index++)

printf(ā€œ%3dā€,nilai[index]);

puts(ā€œ\nā€);

printf(ā€œMencetak menggunakan pointer dan index\nā€);

printf(ā€œDaftar nilai siswa\n\nā€);

for(index=0; index<10; index++)

printf(ā€œ%3dā€,*(nilai+index));

puts(ā€œ\nā€);

printf(ā€œMencetak menggunakan pointer\nā€);

printf(ā€œDaftar nilai siswa\n\nā€);

ip=&nilai;

for(index=0; index<10; index++)

printf(ā€œ%3dā€,*ip++);

getch();

}

3. Pointer yang menunjuk ke pointer lain

/* Program : POINTER3.C */

void main()

{

int a, *b, **c;

a = 1975;

b = &a;

c = &b;

printf(ā€œNilai a = %d atau %d atau %d\nā€, a, *b, **c);

printf(ā€œb = %p = alamat a di memori\nā€, b);

printf(ā€œc = %p = alamat b di memori\nā€, c);

printf(ā€œalamat c di memori = %p\nā€, &c);

getch();

}

4. Fungsi dengan argumen berupa pointer

/* Nama File : POINTER4.C */

void naikkan_nilai(int *x, int *y);

main()

{

int a = 3, b = 7;

printf(ā€œSEMULA : a = %d b = %d\nā€, a, b);

naikkan_nilai(&a, &b);

printf(ā€œSEKARANG : a = %d b = %d\nā€, a, b);

getch();

}

void naikkan_nilai(int *x, int *y)

{

*x = *x + 2;

*y = *y + 3;

}

5. fungsi mempunyai nilai balik bertipe pointer

/* Nama File : POINTER5.C */

#include <stdio.h>

char *nama_bulan(int n)

{

static char *bulan[] = {

ā€œKode bulan salahā€,

ā€œJanuariā€,ā€Februariā€,ā€Maretā€,ā€Aprilā€,ā€Meiā€,ā€Juniā€,

ā€œJuliā€,ā€Agustusā€,ā€Septemberā€,ā€Oktoberā€,ā€Novemberā€,

ā€œDesemberā€

};

return ((n<1||n>12) ? bulan[0] : bulan[n]);

}

void main()

{

int bl;

printf(ā€œMasukkan kode Bulan [1..12] : ā€œ);

scanf(ā€œ%dā€, &bl);

printf(ā€œBulan ke-%d adalah %s\nā€, bl, nama_bulan(bl));

getch();

}

6. Penggunaan fungsi *strlwr(str)

/* Nama File : POINTER6.C */

#include <stdlib.h>

#include<string.h>

void main()

{

char str1[80], str2[80], *ptrx;

strcpy(str1,ā€INI ADALAH HURUF BESAR SEMUA!!!ā€);

strcpy(str2,ā€ini adalah huruf kecil semua!!!ā€);

ptrx = NULL;

cputs(ā€œIsi str1 = ā€œ); puts(str1);

cputs(ā€œIsi str2 = ā€œ); puts(str2);

cputs(ā€œIsi ptrx = ā€œ); puts(ptrx);

ptrx = (char *) calloc(80, sizeof(char));

ptrx = strlwr(str1);

puts(ā€œ\nSeletelah ā€˜str1ā€™ diproses dengan strlwr()\nā€);

cputs(ā€œIsi str1 = ā€œ); puts(str1);

cputs(ā€œIsi ptrx = ā€œ); puts(ptrx);

ptrx = strupr(str2);

puts(ā€œ\nSeletelah ā€˜str2ā€™ diproses dengan strupr()\nā€);

cputs(ā€œIsi str2 = ā€œ); puts(str2);

cputs(ā€œIsi ptrx = ā€œ); puts(ptrx);

getch();

}

Masih pada bingung ga si temen temen??

Untuk lebih paham lagi yuk simak contoh dibawah ini!!

1. TUGAS 9.1

Membuat program untuk menyimpan bilangan pecahan acak sebanyak 12 bilangan.

#include<stdio.h>
#include<stdlib.h>
#include<string.h>
main()
{
static int a,b[16],c,d;
char e[16],*f;
menu:
printf(“\n Angka sebelum diurutkan …\n”);
for(a=1;a<13;a++)
{
printf(” Angka ke %d = “,a);
scanf(“%d”,&b[a]);
}
printf(“\n Angka setelah diurutkan …\n”);
for(a=1;a<13;a++)
{
for(d=a+1;d<13;d++)
{
if(*(b+a)>*(b+d))
{
c=*(b+d);
*(b+d)=*(b+a);
*(b+a)=c;
}
}
printf(” Angka ke %d = %d\n”,a,*(b+a));
}
printf(“\n Ketik ‘exit’ untuk keluar …\n”);
gets(e);
printf(” “);
gets(e);
f=strlwr(e);
if(strcmp(f,”exit”)==0);
else
{
system(“cls”);
goto menu;
}
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

2. Tugas 9.2

#include<stdio.h>
#include<stdlib.h>
#include<string.h>
main()
{
static int a[12][12],b,c,*d,e,f,g;
char h[8],*i;
menu1:
g=1;
for(e=0;e<12;e++)
{
for(f=0;f<12;f++)
a[e][f]=48;
}
menu2:
system(“cls”);
d=&a;
printf(“\n\r”);
for(e=1;e<13;e++)
{
for(f=1;f<13;f++)
printf(“%2c”,*d++);
puts(“”);
}
if(g>1)
{
printf(“\n Ketik ‘lanjut’ untuk melanjutkan.”);
printf(“\n Ketik ‘ulang’ untuk mengulang dari awal.”);
printf(“\n Ketik ‘exit’ untuk keluar.\n “);
gets(h);
gets(h);
i=strlwr(h);
if(strcmp(i,”lanjut”)==0)
{
g=1;
goto menu2;
}
else if(strcmp(i,”ulang”)==0)
goto menu1;
else if(strcmp(i,”exit”)==0);
else goto menu2;
}
else
{
g++;
printf(“\n Masukkan koordinat matrix dengan jarak 1 – 12 …\n “);
scanf(“%d%d”,&b,&c);
–b;
–c;
a[b][c]=120;
goto menu2;
}
}

 

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Udah dulu ya man teman:)) Semoga bermanfaatšŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—