Assalamualaikum Wr Wb,

Perkenalkan nama saya Dewa Pramudya Istiqfariandi dari PENS 2019.

 

Pada kesempatan kali ini kita akan melihat apa yang dimaksud keputusan yang bijaksana dan bukan semerta merta dan mungkin keputusan ini tidak akan mungkin diputuskan oleh seseorang yang cendekiawan sekalipun.

Tapi sebelum itu, sangat disayangkan jika kalian belum membaca artikel sebelumya yang berbunyi “Take Me Out For C”, Mari budayakan membaca agar tidak menjadi orang orang yang tidak membaca.

Lihat Si C Menentukan Pilihannya “Take Me Out for C”

https://wp.me/p9Qz3i-2SC

 

Pengertian Keputusan :

Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan – kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya. Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini.

Nah itu adalah definisi keputusan menurut para ahli, lalu bagaimanakah definisi keputusan menurut si C ?

 

Langsung saja kita lihat bagaimna sih Keputusan Yang Bijaksana dan Bukan Semerta-merta itu

 

1. Penentu Keputusan Bilangan Genap atau Ganjil

Penentu keputusan yang pertama kita mulai dengan cara yang simple yaitu dengan cara menentukan suatu bilangan dapat dkatakan sebagai bilangan ganjil atau genap, coba simak kode berikut.

Code :

#include <stdio.h>

main(){
int a, b=2;
printf(“Masukkan sebuah angka\n”);
scanf(“%d”,&a);

if(a%2 == 0) printf(“Bilangan tersebut adalah genap”);
else printf(“Bilangan tersebut adalah ganjil”);

getch();
return 0;
}

 

Pada kode tersebut kita menggunakan karakter khusus yaitu ‘%’ yang berarti modulus, nah apasih modulus itu ?

Modulus adalah sebuah karakter dimana karakter tersebut berfungsi sebagai pembagi dan memiliki output sisa hasil bagi, Sebagai contoh :

3%2

maka jika kita cetak program tersebut, akan memiliki output sisa dari pembagian 3 oleh 2 yaitu ‘1’ begitu pula berlaku oleh angka angka yang lain.

 

Sebagai contoh kita memasukkan angka 2019, maka output yang keluar adalah

Output Code :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

2. Penentu Sebuah Karakter

Penentu keputusan kali ini memiliki sedikit perbedaan, yaitu pada penentuan karaker tersebut memiliki beberapa pilihan yaitu :

1. Huruf kecil

2. Huruf besar

3. Karakter khusus

4. Angka

Mari kita simak kode berikut

Code :

#include<stdio.h>
main(){
char a;

printf(“Masukkan sebuah karakter “);
scanf(“%c”, &a);

if(a >= ‘a’ && a <= ‘z’) printf(“\n%c adalah huruf kecil\n\n”, a);
else if(a >= ‘A’ && a <= ‘A’) printf(“\n%c adalah huruf besar\n\n”, a);
else if((a >= ‘!’ && a <= ‘/’) || (a >= ‘:’ && a <= ‘`’) || (a >= ‘{‘ && a <= ‘~’)) printf(“\n%c adalah karakter khusus\n\n”, a);
else if(a >= ‘0’ && a <= ‘9’) printf(“\n%c adalah angka\n\n”, a);
else printf(“error”);
}

 

Pada kode diatas kita akan menggunakan metode urutan ASCII (American Standard Code for Information Interchange) yang berarti suatu standar internasional dalam kode huruf universal.

ASCII Table :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Sebagai contoh kita memasukkan karakter @, maka output yang keluar adalah

Output Code :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

3. Kalkulator Sederhana

Nah yang diatas tadi udah teori, maka kita akan masuk ke pengaplikasian yang pertama adalah kalkulator sederhana, mari kita simak kode berikut ini

Code :

#include<stdio.h>

main(){
float a, b, k;
char c,d;

printf(“KALKULATOR SEDERHANA\n”);
printf(“Dibuat oleh Dewa Pramudya\n\n”);
printf(“Masukkan sebuah bilangan dan operator (* / + – % & | S E)\n”);
printf(“S untuk memulai perhitungan\n”);
printf(“E untuk mengakhiri perhitungan\n”);
printf(“Masukkan angka awal dan operator S untuk memulai perhitungan\n\n”);
printf(“Format :angka-awal operator\n”);
scanf(“%f %c”, &a, &c);

if(c == ‘S’){
printf(“\nMulai perhitungan\n”);
printf(“Masukkan operator dan angka\n”);
printf(“Gunakan operator E untuk mengakhiri perhitungan\n”);
printf(“Format :operator angka\n”);

printf(“%f”, a);
c = getche();

do{
scanf(“%f”, &b);

switch(c){
case ‘*’ : k = a * b; break;
case ‘/’ : k = a / b; break;
case ‘+’ : k = a + b; break;
case ‘-‘ : k = a – b; break;
default : printf(“\nERROR, Operator salah\n\n”);
}
printf(“\n%f”,k);

a = k;
c = getche();

}while(c != ‘E’);
printf(“\n\n—————————————————————————-\n”);
printf(“Perhitungan selesai\n”);
printf(“Hasil akhir adalah %f\n\n”,k);
printf(“Terimakasih\n”);

}
else printf(“\nOperator salah\n”);
}

 

Program ini akan berjalan jika kita menekan tombol S dan akan terus berjalan sampai suatu operator menghentikannya, yaitu operator dengan huruf E

 

Output Code :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

4. Penentu Tahun Kabisat

Pada dasarnya penentu tahun kabisat sama seperti penentu ganjil genap yang menggunakan modulus,

tetapi pembagi yang digunakan adalah 4

Code :

#include<stdio.h>

main(){
int tahun;

printf(“Program penentu tahun kabisat\n”);
printf(“Pilih antara tahun 1900 sampai 2005\n”);
scanf(“%d”, &tahun);
if(tahun >= 1900 && tahun <= 2005){
if(tahun%4 == 0) printf(“Tahun %d adalah tahun kabisat”, tahun);
else printf(“Tahun %d bukan tahun kabisat”, tahun);
}
else printf(“Error”);

}

 

Sebagai contoh kita memasukkan tahun kabisat adalah 2004, maka output yang keluar adalah

Output Code :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

5. Penghitung diskriminan dan akar akar suatu persamaan kuadrat

Pada dasarnya perhitungan ini menggunakan rumus normal yaitu D = B^2 – 4AC dan x1 = (-B + akar(D))/(2A); x2 = (-B – akar(D))/(2A), mari kita simak code berikut.

Code :

#include<stdio.h>

main(){
int A, B, C, D;
float x1, x1a, x2, x2a, xb;
printf(“Program untuk menghitung diskriminan (D) dan mencari akar persamaan kuadrat\n”);
printf(“Formula persamaan kuadrat : Ax^2 + Bx + C = 0\n”);
printf(“Formula diskriminan persamaan kuadrat : D = B^2 – 4AC\n”);
printf(“Formula akar persamaan kuadrat : x1 = (-B + akar(D))/(2A); x2 = (-B – akar(D))/(2A)\n”);
printf(“Masukkan konstanta\n”);
printf(“A = “);
scanf(“%d”, &A);
printf(“B = “);
scanf(“%d”, &B);
printf(“C = “);
scanf(“%d”, &C);

D = (B*B) – (4*A*C);

printf(“\nPersamaan : %dx^2 + %dx + %d = 0\n”,A ,B ,C);
printf(“Diskriminan : \tD = %d^2 – 4*%d*%d\n”, B, A, C);
printf(“\t\tD = %d\n\n”, D);
printf(“—————————————————————————-\n”);
printf(“Kesimpulan :\n”);

if(D > 0){
printf(“D > 0\n”);
printf(“Persamaan mempunyai 2 akar real yang berbeda\n”);

x1a = -B + sqrt(D);
x2a = -B – sqrt(D);
xb = 2*A;

x1 = x1a/xb;
x2 = x2a/xb;

printf(“Maka :\n”);
printf(“x1 = (-(%d) + akar(%d))/(2*%d)\n”, B, D, A);
printf(“x2 = (-(%d) – akar(%d))/(2*%d)\n\n”, B, D, A);
printf(“x1 = %f\n”, x1);
printf(“x2 = %f”, x2);

}
else if(D < 0){
printf(“D < 0\n”);
printf(“Persamaan tidak mempunyai akar real (akar imaginer)\n”);
}
else {
printf(“D = 0\n”);
printf(“Persamaan mempunyai 2 akar yang sama\n”);

x1a = -B;
xb = 2*A;
x1 = x1a/xb;
printf(“Maka :\n”);
printf(“x = (-(%d) + akar(%d))/(2*%d)\n”, B, D, A);
printf(“x = %f”, x1);
}

}

 

Sebagai contoh kita memasukkan persamaan dengan

A = 2

B = 15

C = 17

maka output yang keluar adalah

Output Code :

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Mungkin itu saja yang dapat disampaikan, semoga ilmunya bermanfaat.

Jangan lupa kalau belum baca artikel sebelumya, skuyy baca baca dulu

Nih linknya https://wp.me/p9Qz3i-2SC

 

Terimakasih,

Wassalamualaikum Wr. Wb.