4210181027

Muhammad Amien Prananto

Perkembangan teknologi di era Industri 4.0 sangat mempengaruhi dunia pendidikan. Hal tersebut menyebabkan perubahan pada praktek pendidikan yang awalnya bersifat menyajikan informasi menjadi membekali peserta didik dengan kemampuan mencari tahu, digital literacy, penyelesaian masalah, dan kreativitas. Oleh karena itu, perkembangan teknologi menjadi sebuah tantangan baru dalam pembelajaran era Industri 4.0.

Anak berkebutuhan khusus tunagrahita adalah anak dengan karakteristik khusus bila dibandingkan dengan anak pada umumnya. Effendi dalam Usti (2013) menyatakan seseorang dikategorikan tunagrahita apabila memiliki tingkat kecerdasan yang sedemikian rendahnya atau dibawah normal, sehingga untuk melihat perkembangannya memerlukan bantuan atau layanan secara spesifik termasuk dalam pendidikannya.

Sekolah luar biasa (SLB) merupakan salah satu lembaga pendidikan dengan tujuan selain untuk memenuhi tujuan pendidikan nasional juga untuk menggali kemampuan yang dimiliki siswa dengan kebutuhan khusus secara optimal.

Menurut Mudjito dan Harizal (2012) setidaknya terdapat 4 ranah pendidikan yang harus diberikan pada proses belajar mengajar yaitu Ranah Kognitif (meningkatkan daya nalar anak), Ranah Psikomotorik (menggali bakat pada diri anak), Ranah Soft Skill (melatih anak untuk care terhadap diri sendiri dan orang lain), dan Ranah Karakter (kombinasi hard skill dan juga soft skill).

Salah satu materi pada pelajaran IPA pengenalan anggota tubuh untuk anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Materi pengenalan anggota menuntut anak tunagrahita untuk mengetahui nama-nama anggota tubuh dan fungsinya. Sedangkan untuk pelajaran matematika, salah satu materinya adalah pengenalan angka. Pada materi tersebut, seorang guru dituntut dapat memberikan pengajaran di kelas dengan baik, kreatif dan tidak membosankan. Salah satu media yang dapat digunakan adalah game edukasi.

Game edukasi harus dibuat menarik agat membuat anak tunagrahita antusias untuk memainkan game tersebut. Gerak motorik halus para siswa autis dapat direhabilitasi menggunakan game edukasi, karena untuk memainkan game mereka harus menggerakkan tangan di depan sensor kinect sebagai game controller.

Daftar Pustaka

Amanda Ariella, Thedy Yogasara, Johanna Renny Octavia Hariandja.”PERANCANGAN PERMAINAN EDUKASI INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI MOTION GESTURE TERHADAP ANAK TUNAGRAHITA RINGAN.Universitas Katolik Parahyangan.

Fatah Yasin Al Irsyadi, Yusuf Sulistyo Nugroho,”GAME EDUKASI PENGENALAN ANGGOTA TUBUH DAN PENGENALAN ANGKA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TUNAGRAHITA BERBASIS KINECT”.Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Loviga Denny Pratama, Ahmad Bahauddin, Wahyu Lestari.”Game Edukasi: Apakah membuat belajar lebih menarik?”.Universitas Negeri Yogyakarta.

Fatah Yasin Al Irsyadi , Arini Nur Rohmah.”GAME EDUKASI BAGI ANAK AUTIS BERTEMA ANGGOTA KELUARGA BERBASIS KINECT XBOX 360″. Jurnal SIMETRIS, Vol 8 No 2 November 2017 ISSN: 2252-4983 Fakultas Komunikasi dan Informatika, Program Studi Informatika