Assalamualaikum Wr.Wb

 

Hallo sobat di manapun anda berada kembali lagi bersama saya Zidni mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya “kampus perjuangan kampus tradisi juara” semoga anda selalu diberi kesehatan amiinn.

 

Pada kesempatan ini saya akan membagi sedikit ilmu dari suatu pembelajaran yang telah dipelajari pada mata kuliah saya yaitu masih mengenai “Pemrograman Bahasa C” dengan percobaan “Statement Penentu Keputusan”. Sebelum memasuku pada percobaan saya akan membahas sedikit tentang “Statement Penentu Keputusan”.

 

Pada percobaan kali ini kita akan menggunakan statement”if-else” dimana kita akan membuat perulangan dengan mengkombinasikan dengan dengan statemen”goto-label”.”if-else” berguna untuk menentukan pilihan dengan melakukan sutu perbandingan dengan ketentuan apabila kondisi salah maka sutu proses tidak akan bekerja atau dapat juga mengerjakan proses lain.Statement  else if adalah cara lain dari if else yang digunakan menentukan satu kondisi yang benar dari kondisi yang tersedia.Statement switch-case adalah cara lain else-if dengan mendaftar secara vertical agar mudah untung evaluasi.Mari kita coba dengan salah satu tugas dari matakuliah saya.

 

Percobaan 1.1

Pada percobaan pertama ini kita akan membuat suatu program menentukan bilangan ganjil atau genap.Kita akan masuk pada program

#include <stdio.h>

main()

{

    int z, sisa;

    printf(“Masukkan bilangan bulat = “);

scanf(“%d”, &z);

    sisa = z % 2 == 0;

    if(sisa)

        printf(“\n%d adalah bilangan GENAP”, z);

    else

        printf(“\n%d adalah bilangan GANJIL”, z);

    getch();

}

Keterangan:

Maksud dari program diatas adalah terdapat tulisan”z % 2 == 0” Jadi apabila suatu angka dimasukkan jika dibagi menjadi 2 tidak terdapat sisa dalam kata lain “0” maka hasil tesebut benar dengan tulisan Genap.Apabila terdapat sisa maka hasil tersebut adalah Ganjil.Mari kita jalankan hasil program diatas dan akan muncul seperti gambar dibawah ini.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Percobaan 1.2

Pada percobaan kedua kita akan menentukan karakter tersebut adalah huruf keci,besar,angka dan karakter khusus.Mari kita masukkan program dibawah ini.

#include <stdio.h>

main()

{

    char c;

    printf(“Masukkan nilai input = “);

    scanf(“%c”, &c);

    if(c>=’a’ && c<=’z’)

    {

        printf(“\nInput tersebut adalah huruf KECIL.\n”);

    }

    else if(c>=’A’ && c<=’Z’)

    {

        printf(“nInput tersebut adalah huruf BESAR.\n”);

    }

    if(c>=’1′ && c<=’9′)

    {

        printf(“\nInput tersebut adalah ANGKA.\n”);

    }

    else if(c>=’!’ && c<=’?’)

    {

        printf(“\nInput tersebut adalah KARAKTER KHUSUS.\n”);

    }

    getch();

}

Keterangan

Pada program diatas kita memberi suatu batas seperti c>=’a’ && c<=’z’ , maksud dari tersebut merupakan suatu batasan nilai yang akan kita masukkan dan kita membri suatu keterangan bahawa antara huruf tersebut adalah huruf kecil atau besar.Sama hal nya pada yang lainnya.

Mari kita jalankan program diatas dan kita buktikan dengan benar antara huruf kecil,besar,angka dan karakter khusus.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Percobaan 1.3

Pada percobaan ketiga ini melakukan program kalkulator sederhan  dengan operator yang digunakan ( * + – % & | S E ).Pada perhitungan ini dengan syarat memasukkan

255 S = 255.000000

10/     = 25.500000

15-     = 10.500000

E 0    = selesai.

#include <stdio.h>

main()

{

    int valid_operator = 1;

    char operator;

    float bil, hasil, s = 0;

    printf(“Mencoba Berhitung Kalkulator Sederhana”);

Ulang:

    valid_operator = 1;

    scanf(“%f %c”, &bil, &operator);

 

    switch(operator) {

    case ‘s’ :

    case ‘S’ : s = bil; break;

    case ‘e’ :

    case ‘E’ : goto End; break;

    case ‘*’ : s *= bil; break;

    case ‘-‘ : s -= bil; break;

    case ‘+’ : s += bil; break;

    case ‘/’ : s /= bil; break;

    default : valid_operator = 0;

    }

    if(valid_operator){

        printf(“= %f\n”, s);

    }

    else {

        printf(“Operator Salah! Masukkan ulang!\n”);

    }

    goto Ulang;

    End:

        printf(“\nKalkulator berhenti\n”);

    getch();

}

Keterangan

Pada program diatas digunakan mennetukan pilihan diantara beberapa pilihan yaitu * – + / .Dari program jika dikenal maka akan terhitung dengan operator yang dikenal.Bila jika tidak dikenal maka akan bertuliskan Operator Salah dengan operator ditulis secara bertahap.Mari kita coba jalankan pada program

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Percobaan 1.4

Pada percobaan keempat kita akan menentukan suatu tahun kabisat atau tidak dengan batasan dari 1900 sampai dengan 2005

Kita akan masuk saja pada program

#include <stdio.h>

main()

{

    int tahun;

    printf(“Masukkan Tahun\n”);

Ulang:

    scanf(“%d”, &tahun);

 

    if (tahun>=1900 && tahun<=2005 && tahun%4==0)

        printf(“Tahun %d adalah Tahun Kabisat\n”, tahun);

    else

        printf(“Tahun %d bukan Tahun Kabisat\n”, tahun);

    goto Ulang;

    getch();

}

Keterangan

Pada percobaan keempat ini sebenarnya hampir sama dengan perobaan yang pertama.Pada data tersebut terdapat batasan dengan tulisan diatas yaitu “>=1900 && tahun <=2005” dengan suatu perhitungan yaitu “tahun % 4 == 0”.Maksud dari perhitungan diatas adalah suatu tahun apabila dibagi 4 tidak menghasilkan sisa atau “0” maka tahun tersebut adalah tahun kabisat.Mari kita jalankan program diatas dan hasilnya adalah

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

 

Percobaan 1.5

Pada percobaan kelima ini membuat program menghitung determinan dan mencari akar persamaan kuadrat Ax2 + Bx + C = 0.dimana B2 -4AC.Dengan syarat

D = 0 , maka x1=x2=

D > 0 , maka akar berbeda X1=  dan X2=

D < 0 , maka akar imajiner berlainan X1= dan X2=

Kita akan jalankan programnya

#include <stdio.h>

main()

{

    float a, b, c, d, X1, X2;

    int valid_operator = 1;

    printf(“Masukkan nilai a = \n”);

    scanf(“%f”, &a);

    printf(“Masukkan nilai b = \n”);

    scanf(“%f”, &b);

    printf(“Masukkan nilai c = \n”);

    scanf(“%f”, &c);

    printf(“suatu persamaan adalah %gx^2+%gx+%g=0”, a, b, c);

 

    d = b * b – 4 * a * c;

 

    if(d==0) {

        X1 = -b / 2 * a;

        X2 = X1;

        printf(“Hasil dari determinan adalah %.2f dan nilai akar %.2f dan %.2f.\n”, d, X1, X2);

    }

    else if (d>0) {

        X1 = (-b + sqrt (d)) / (2 * a);

        X2 = (-b – sqrt (d)) / (2 * a);

    }

    else if (d<0) {

        valid_operator = 0;

    }

    if (valid_operator) {

        printf(“\nd=%g\nX1= %g\nX2= %g\n”, d, X1, X2);

    }

    else {

        printf(“\nX1 dan X2 merupakan bilangan imajiner \n”);

    }

    getch();

}

Maka saat dijalankan adalah

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Keterangan:

diatas terdapat suatu sqrt yang berarti menentukan akar

 

Dari suatu percobaan tugas diatas adalah suatu contoh dari penentu suatu keputusan dalam pemrograman bahasa C.Memang pada percobaan kali ini sangat rumit karena semakin tinggi ilmu semakin sulit pula.Tetapi perkembangan kita semakin baik pula.

Pada artikel saya diatas jika masih banyak kekurangan dan kurang jelas mohon dimaklumi karena disini kita sama sama bertukar ilmu dan pada kesempatan kita ini saya memberi sedikit ilmu.Karena sesungguhnya ilmu itu sangat lah penting.Dan seperti biasanya “Sampaikanlah suatu ilmu walaupun sedikit”.Pada artikel ini cukup sampai disini sobatttt semoga selalu bermanfaat bagi sobat sobat dimanapun berada Cukup sekian terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb