Penarapan Teknologi Pada Dunia Sepakbola

 

Jika kita membahas tentang dunia teknologi, tidak afdol rasanya jika tidak membahas teknologi dibidang olahraga. Banyak teknologi baru yang diterapkan pada dunia olahraga, yang akan dibahas saat ini yaitu olahraga sepakbola. Teknologi pada olahraga sepakbola terbilang banyak melakukan penerapan baru. Salah satu yang booming saat ini adalah Teknologi VAR, teknologi ini diperkenalkan pertama kali pada bulan Juni 2016. Mempunyai kepanjangan yaitu Video Assistant Referee yang mempunyai fungsi untuk membantu wasit mengawasi pertandingan yang tengah berjalan melalui rekaman video, disebut juga dengan Assistant karena telah membantu wasit utama untuk menganalisis sebuah kejadian pelanggaran yang telah terjadi dilapangan, analisis tersebut didapat dari rekaman video, lalu rekaman video didapat dari kamera yang dipasang pada posisi tertentu dilapangan selama pertandingan berjalan. Kejadian pelanggaran yang begitu cepat dan kadang tak terlihat oleh wasit, maka dari itu dengan penggunaan VAR ini akan sangat membantu dan wasit dapat memberikan keputusan lebih tepat. Teknologi ini digunakan khusus untuk 4 kejadian dalam permainan sepakbola yaitu keputusan tindakan pinalti, keputusan mengeluarkan kartu merah, saat terjadi gol kontroversial, dan saat hendak memberikan hukuman tertentu kepada pemain. Namun ternyata ada kamera pembantu yang berbasis 3D yang meninvestigasi terjadinya offside atau gol secara virtual. Inovasi ini  dikembangkan oleh International Football Association Board (IFAB), mereka adalah organisasi yang bertanggung jawab mengatur ”Laws Of The Game”. Sebelumnya IFAB menerapkan penggunaan asisten wasit dibelakang garis gawang, namun belum efektif, dikarenan keterbatasan kemampuan manusia. IFAB telah meneliti alat ini sekitar 7 tahun lamanya hingga akhirnya teknologi tersebut siap untuk diterapkan seperti saat ini.

Tahukah anda, sebelum VAR diterapkan terdapat teknologi lain yang sudah diterapkan terlebih dahulu dalam olahraga sepakbola. Salah satunya yaitu teknologi didalam bola, bola sebelumnya telat dirancang dan dimodifikasi, bila dilihat dengan seksama terdapat garis garis pada desain bola yang menyerupai angka 8, bola tersebut telah disusuki microchip yang berfungsi mengirim sinyal informasi menegnai posisi bola yang berada dilapngan, microchip dikat dengan kawat yang sangat tipis yang berguna untuk menjaga microchip tersebut tetap pada tempatnya, yaitu pada tengah tengah bola. Berguna untuk menjaga microchip dari goncangan dan tendangan keras.

Lalu ada sensor garis gawang yaitu Goal-line Technology, cara kerja alat ini menggunakan sistem RFID yang berfungsi untuk mengirimkan data dari perangkat portable dan kemudian dibaca oleh RFID reader, lalu diproses oleh computer. RFID terdiri dari microchip yang dipasang ditengah bola yang terhubung dengan antena yang terletak disekeliling lapangan.

Lalu ada teknologi yang bernama Referee Third Eye, teknologi yang berbentuk jam tangan untuk wasit. Berfungsi untuk membantu wasit dalam meminimalisir keputusan tidak tepat dalam pertandingan, inovasi ini ditemukan oleh seorang desainer yang bernama Andy Kuroverts. Teknologi ini memiliki konektivitas Bluetooth yang terhubung dengan asisten wasit dan wasit lainnya. Jadi apabila terjadi suatu kejadian kontroversial, maka semua wasit dapat bekerjasama dan berunding untuk memutuskan hukuman. Cara kerjanya yaitu wasit bisa melihat tanda lampu pada jam tangan tersebut, jika lampu menyala berwarna hijau maka tidak terjadi pelanggaran, dan jika lampu menyala berwarna merah maka telah terjadi pelanggaran yang dilakukan para pemain.

Selanjutnya yaitu Bola CTRUS C1, bola yang dilengkapi dengan kamera berfungsi sebagai pengirim data melalui perangkat khusus yang dipakai oleh wasit. Namun ironisnya banyak yang menolak teknologi ini, mereka menyebut jika teknologi itu diterapkan maka akan merusak keindahan dan sifat alami dari olahraga sepakbola yang penuh kontroversi.