Select Page

Author: Fani Isbat Qauli Fudhola

Pengalaman Kerja Praktek di TVOne Jakarta – Week 3

Perkenalkan Nama saya Fani Isbat Qauli Fudhola dari jurusan D3 MMB angkatan 2016. Saat ini sedang dalam kegiatan Magang atau Kerja Praktik. Kerja Praktik ini dilakukan sebagai prasyarat kelulusan dari kampus dan Kerja Praktik ini dilakukan pada akhir semester 4 dan sebelum Semester 5, Yakni satu bulan untuk prodi saya di PENS. Namun disini saya Kerja Praktek selama kurang lebih 2 bulan. Adapun tempat magang saya saat ini di TVONE Jakarta. dan sekarang sudah masuk minggu ke -3 (TIGA). yeahhhh….. Alhamdulillah saat ini sudah memasuki minggu ke 3 kerja praktek di TVONE jakarta di bagian grafis atau jika nama resminya di bagian departemen technical dan sport, divisi Sport dan Post Production. yang berfungsi untuk membuat segala konten grafis untuk keperluan seluruh acara TVONE. Seperti artikel atau laporan saya sebelumnya pada minggu pertama (link : https://redaksi.pens.ac.id/2018/07/17/pengalaman-kerja-praktek-di-tvone-jakarta-week-1/) yang menjelaskan cerita dan software yang digunakan di divisi grafis TVONE. dan pada minggu ke 2 (link : https://redaksi.pens.ac.id/2018/07/26/pengalaman-kerja-praktek-di-tvone-jakarta-week-2/) saya menjelaskan cerita pengalaman dan beberapa hal dalam software yang digunakan. Lalu pada minggu ke 3 ini saya akan menjelaskan cerita pengalaman dan menampilkan gambar-gambar interface dari software yang digunakan di grafis TVONE Jakarta. Okey pertama-tama saya akan bercerita setelah magang dapat 3 minggu di desain grafis TVONE dari 25 juli 2018 -1Agustus 2018. pada minggu ketiga ini saya full dapat shift Pagi (mulai 07.00 WIB – 18.00 WIB). namun pada minggu ketiga ini saya dapat jatah...

Read More

Pengalaman Kerja Praktek di TVOne Jakarta – Week 2

Perkenalkan Nama saya Fani Isbat Qauli Fudhola dari jurusan D3 MMB angkatan 2016. Saat ini sedang dalam kegiatan Magang atau Kerja Praktik. Kerja Praktik ini dilakukan sebagai prasyarat kelulusan dari kampus dan Kerja Praktik ini dilakukan pada akhir semester 4 dan sebelum Semester 5, Yakni satu bulan untuk prodi saya di PENS. Namun disini saya Kerja Praktek selama kurang lebih 2 bulan. Adapun tempat magang saya saat ini di TVONE Jakarta. dan sekarang sudah masuk minggu ke -2 (DUA). yeahhhh….. Alhamdulillah saat ini sudah memasuki minggu ke 2 kerja praktek di TVONE jakarta di bagian grafis atau jika nama resminya di bagian departemen technical dan sport, divisi Sport dan Post Production. yang berfungsi untuk membuat segala konten grafis untuk keperluan seluruh acara TVONE. Seperti artikel atau laporan saya sebelumnya pada minggu pertama (link : https://redaksi.pens.ac.id/2018/07/17/pengalaman-kerja-praktek-di-tvone-jakarta-week-1/) yang menjelaskan cerita dan software yang digunakan di divisi grafis TVONE. jadi saat ini pada minggu ke 2 ini saya akan menjelaskan cerita pengalaman dan beberapa hal dalam software yang digunakan. Okey pertama-tama saya akan bercerita setelah magang dapat 2 minggu di desain grafis TVONE dari 18 juli 2018 -24 juli 2018. pada minggu kedua ini saya full dapat shift Malam lagi (mulai 21.30 WIB – 07.30 WIB). namun pada minggu kedua ini saya dapat jatah libur 2 hari yakni rabu dan kamis.(bersyukur bisa buat main2 keliling jakarta,hehe.) pada tiap masuk seperti biasa saya mengikuti arahan...

Read More

Jangan Berikan Anak HP di Usia Ini, Dampaknya Mengkhawatirkan

Jangan Berikan Anak HP di Usia Ini, Dampaknya Mengkhawatirkan Memberikan fasilitas handphone pada anak menjadi kebutuhan orang tua masa kini. Sebagian besar dari kita beranggapan jika handphone lebih memudahkan kita untuk berkomunikasi. Kebiasaan ini apakah dirasa sudah tepat Memberikan anak alat komunikasi di usia dini, tepatkah? Berdasarkan female(dot)kompas(dot)com, Psychotherapist dan penulis buku The Self Aware Parent, Frand Walfish, Psy.D. mengatakan, usia minimal anak memiliki handphoneadalah 10, namun idealnya adalah 12 atau 13 tahun. Pada usia ini anak dianggap sudah paham dengan fungsi handphone dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Pertimbangkan untuk memberi handphone yang hanya bisa menelepon dan sms, bukan smartphone dengan berbagai fungsi dan fitur. Setelah mengetahui umur anak yang baik untuk diberikan fasilitas handphone maka dianjurkan untuk orangtua memberikan beberapa hal dibawah ini : 1. Beri anak usia dini pengertian dan pemahaman tentang batasan handphone Dengan kepercayaan kita untuk memberikan handphone pada anak, berarti kita sudah siap dengan konsekuensi yang akan kita terima nantinya. Beri pemahaman, untuk apa dia menggunakan handphone dan kapan pemakaiannya. 2. Beri pemahaman tentang penggunaan handphone Beri pemahaman, kapan anak harus menggunakan handphone dan untuk apa dia diberikan handphone tersebut. Buatlah perjanjian kesepakatan, yang jika dilanggar, maka handphone akan ditarik kembali. 3. Beri contoh yang baik Anak meniru apa yang dilakukan orangtua, jika tidak ingin anak memakai hp untuk menonton video porno misalnya, maka orangtua harus mencontohkan dengan tidak mengakses pornografi,...

Read More

Implementasi IoT yang sudah ada untuk kehidupan sehari-hari yang sudah bisa anda miliki

IoT singkatan dari Internet Of Thing, Kata ini sedang booming pada era saat ini, yang katanya sedang beralih ke industi 4.0. Sebenarnya, IoT itu makhluk apa sih? Penjelasan sederhananya, Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Sehingga, dapat menjalankan sebuah fungsi secara otomatis. IOT berpengaruh pada kehidupan manusia, dimana saat ini manusia tidak dapat terlepas dari internet. Dengan memanfaatkan IOT ini secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup manusia yang lebih baik. Bahkan, hadirnya development board seperti Arduino, Raspberry Pi, Intel Edison, dan Intel Galileo pun mendorong para makers berinovasi di sektor IoT ini. Adapun beberapa contoh implementasi yang sudah ada untuk internet of thing dalam kehidupan sehari-hari yang sebagian besar sudah bisa anda miliki. seperti dibawah ini…. “Sepeda Pintar yang Mampu Merekomendasikan Rute” Sepeda adalah salah satu peralatan olah raga yang tepat disandingkan dengan IoT. Vanhakws, perusahaan rintisan asal Toronto, Kanada, melihat ini sebagai peluang besar. Mereka merancang connected bicycle buat pengendara urban. Proyek Kickstarter ini memikat begitu banyak netizen hingga mendulang crowdfunding senilai US$ 820 ribu atau sekitar Rp 11,3 miliar. Sepeda bernama Valour ini dilengkapi general positioning system atau GPS dan beragam sensor serta koneksi Wi-Fi dan Bluetooth untuk memudahkan berkomunikasi dengan ponsel atau jam pintar. Valour dapat mendeteksi kendaraan yang ada di blindspot pengendara untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. Selain itu, setiap digunakan, sepeda ini akan merekam data perjalanan. Misalnya,...

Read More

Pin It on Pinterest