Ketika libur akhir semester saya sempat pergi berlibur ke tempat wisata Ranu Manduro, Ngoro, Mojokerto bekas tambang yang kapan itu sempat viral menggegerkan warganet karena ke elokan dan ke indahan alamnya yang masih asri dengan berlatar belakang gunung penanggungan yang membuat view menjadi lebih ciamik.

Namun saat itu saya datang dengan cuaca yang kurang mendukung, karena cuacanya mendung sehingga penampakan gunung penanggungan tertutup awan, kala itu saya berkunjung ke ranu manduro bersama rekan SMA saya menaiki motor matic, yah… dikarenakan jalan terjal ada cerita dibalik liburan ini karena kami terjatuh dari motor disebabkan jalanan terjal dan berlumut, disarankan menggunakan motor trail jika bisa, agar mampu menanjak ke bukit yang lebih atas, sebab kata penduduk setempat pemandangan di atas lebih bagus lagi.

Selain sebagai tempat wisata di sana juga terdapat banyak peternak yang mengembalakan hewan ternaknya di sana sebab banyak rumput-rumput segar yang bagus untuk ternak, tidak heran ketika disana kalian akan menjumpai sejumlah sapi dan domba.

Terlihat alat berat yang masih ada di sana kalian akan menjumpai bebatuan yang terselimuti rumput dan lumut, justru karena itu ranu manduro menjadi menarik.

Juga terdapat sebuah danau disebelah utara. Banyak pengunjung yang datang berfoto-foto bahkan ada yang mengadakan photoshoot terutama prewedding berlokasi di Ranu Manduro sini atau hanya sekedar duduk-duduk dan menikmati keindahan alam kota Mojokerto yang disebut-sebut sebagai ranu kumbolonya Mojokerto. Waktu itu pernah sempat viral menggegerkan warganet karena video “feeling good” seorang pemuda yang ngopi dengan view latar belakang alam dan gunung yang indah bak pemandangan di negara Selandia Baru dan New Zealand menyebabkan banyak masyarakat yang ingin berkunjung disana hingga antrian sesak dipadati pengunjung dan penuh dengan lautan manusia. Namun kabar baik juga karena banyaknya wisatawan membuat ekonomi warga setempat naik. Dikarenakan kepadatan lonjakan pengunjung yang tidak wajar menimbulkan tindakan tegas dari pemerintah daerah setempat untuk menutup daerah wisata Ranu Manduro untuk sementara demi menjaga Ranu Manduro tetap asri dan tidak dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, namun kini telah dibuka kembali untuk umum.