Video game merupakan salah satu media hiburan yang berkembang dengan cepat pada beberapa tahun ini. Namun, video game sebenarnya bukan hanya sebuah media hiburan, tetapi video game adalah sebuah media interaktif yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah sebagai sarana pembelajaran atau pendidikan.

Menurut Prensky (2003), pengajar dimasa sekarang kurang efektif dalam memotivasi pelajar, sehingga muncul rasa bosan dan kaku bagi pelajar. Oleh karena itu, penggunaan video game sebagai sarana pembelajaran dapat menjadi jalan keluar dimana pelajar akan mendapat kebebasan dalam belajar dan juga motivasi dalam belajar (Ying, Wu, Heh, 2007).

Disamping itu, video game dapat menjadi solusi bagi anak di periode keemasan (3 – 6 tahun) yang memiliki perkembangan otak, fisik, dan mental yang tinggi untuk bermain sambil belajar (Fihtri dan Setiawan, 2017). Dimana, kebanyakan anak pada usia tersebut lebih senang untuk bermain daripada belajar, sehingga video game edukasi dalam hal ini dapat menjembatani antara keinginan anak dan kebutuhannya untuk belajar dan mengembangkan diri.

Sebuah video game yang bagus bahkan dapat menjadi sarana pembelajaran secara tidak langsung bagi pemainnya, dimana seorang pemain game atau player akan selalu mencari tantangan dalam sebuah game, sehingga player ini tidak menginginkan sebuah game yang terlalu mudah dan selalu ingin menguasai game tersebut (Gee, 2003). Dalam hal ini, video game edukasi yang dibuat dengan baik dapat menjadi sebuah pemacu bagi pelajar yang bermain untuk menguasai materi pembelajaran dan juga mencari tantangan baru pada materi tersebut melalui media video game.

Hosea Nathaniel Rishak
4210181012
D4 – Teknologi Game
Mata Kuliah Bahasa Indonesia