• Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
pexels.com/Pixabay

“Talenta atau bakat itu hanyalah sebuah kesempatan, namun untuk menjadi sesuatu”, bakat itu harus diasah agar ia mengeluarkan aura cahayanya dan menemukan pintunya”

Maxwell, 2007

Manusia diciptakan dengan keunikan yang berbeda satu dengan yang lain. Keunikan ini jika diasah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang bisa merubah kehidupan.

Sebelum itu mari kita mengenali apa itu faktor X?
Faktor X merupakan faktor yang melekat pada diri kita masing-masing. Faktor X adalah keunikan setiap individu yang menghasilkan bakat terpedam pada diri manusia.

Banyak orang yang awalnya berpikir ‘aku tidak punya bakat apa-apa!‘. Karena mereka belum menemukan keunikan pada dirinya sendiri. Seperti pengalaman saya ketika awal masuk kuliah, saya kebingungan jurusan apa yang akan saya ambil karena saya tidak ada bakat yang menonjol di bidang sains dan teknologi mengingat harus sejalur dengan jurusan di SMA yaitu IPA.

Namun karena saya termasuk pekerja keras akhirnya saya memutuskan untuk mengambil sembarang jurusan. Karena dulu saya berpikir segala sesuatu bisa saya pelajari. Memang, sangat bisa kita belajar apapun. Namun kenyataan tidak sesuai ekspektasi saya. Tentunya, belajar sesuatu yang sesuai bakat kita akan lebih mudah. Maka dari itu sangat penting kita tau bakat terpendam kita.

Bagaimana mengetahui bakat terpendam kita?

Ibaratnya di depan kita ada banyak pintu, kita harus mengetuk setiap pintu itu untuk menemukan sesuatu yang tepat. Untuk mengetuk pintu itu kita butuh usaha. Jika pintu A ternyata tidak sesuai, maka bergantilah ke pintu B dan seterusnya.

Sama seperti kehidupan, banyak kegiatan yang bisa kita lakukan. Kita tinggal memilih seperti apa kita menjalani kehidupan sampai menghasilkan kesuksesan. Tentunya kesuksesan tidak datang sekejap, namun butuh ketekunan dan telaten.

Kita boleh mengaca atau flashback waktu kecil, kegiatan apa yang kita sukai. Dan sewaktu dewasa seperti sekarang, kita boleh mencoba kegiatan yang hampir sama seperti kita waktu kecil. Namun pilihlah kegiatan yang bisa menghasilkan.

Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh faktor X dalam diri saya :

  • Tertarik pada seni, menyukai kegiatan menggambar dan bermain cat, jika hasilnya bagus saya akan sangat merasa puas.
  • Tertarik pada desain interior
  • Senang membuat karya untuk dekorasi rumah seperti menghias botol minuman untuk tempat bolpoin
  • Senang berkebun, saya senang merawat tumbuhan karena bisa untuk menghiasi rumah saya.
  • Bekerja keras, saya tipikal orang yang suka mengerahkan seluruh tenaga untuk menyelesaikan tugas-tugas walaupun seringkali mepet deadline
  • Ramah, saya kategori orang yang mudah untuk bertemu dan berteman dengan orang baru.

Faktor X diatas jika diolah dengan tepat akan menghasilkan sesuatu yang menghasilkan untuk diri kita dan orang lain. Jadi kita harus terus berusaha untuk mengembangkan diri kita dibidang itu.

Faktor X tersebut merupakan faktor yang melekat pada diri kita. Lingkungan juga berpengaruh pada diri kita untuk mengembangkan bakat terpendam. Misalnya keluarga saya adalah tipe keluarga yang mendukung pendidikan anak dan mendukung keinginan anak-anaknya. Jadi lingkungan keluarga sangat mendukung saya dalam mengembangkan bakat yang saya punya.

Tidak hanya saya, tentunya kalian juga bisa menemukan keunikan tersembunyi di diri kalian. Semangat!

-Lutfi Hidayati 2020