Assalamu’alaikum Warahmatullah…

Bismillah, Alhamdulillah

Masih diizinkan untuk menyempatkan waktu, kembali memahami dan mengimplementasi rasa syukur kita dengan menjalankan apa yang merupakan kewajiban kita.

 

Okey… waktunya happy lagi…

tapi ya serius dong. happy happy berhadiah, hadiah ilmu maksudnya. 😀

Kita beranjak pada materi yang sebelumnya pernah kita singgung pada episode FUNGSI. Ya… kita kembali membahas fungsi.

Sering kita menggunakan suatu fungsi yang hanya tertulis dalam satu baris saja. Tapi, perlu diketahui, tidak semata-mata fungsi tersebut hanya sedemikian rupa untuk dimunculkan pada program. Dalam fungsi, terdapat banyak bagian-bagian sistem operasi atau bahkan terdapat fungsi lagi yang berkombinasi membentuk suatu fungsi yang baru.

Fungsi biasanya akan mengembalikan sebuah nilai dari hasil prosesnya. Karena itu, kita harus menentukan tipe data untuk nilai yang akan dikembalikan.

Apabila fungsi tersebut tidak memiliki nilai kembalian, maka kita harus menggunakan tipe void untuk menyatakan kalau fungsi tersebut tidak akan mengembalikan nilai apa-apa.

 

Berikut beberapa contoh Pengembangan Fungsi.

  1. Tahun Kabisat
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest
  2. Faktorial
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest
  3. Kombinasi dan Permutasi
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest
     
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest
  4.  Konversi Suhu
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest

 

Prinsip FUNGSI ialah berusaha menjadikan praktis. Suatu upaya dilakukan dengan meminimalisir segala bentuk pengeluaran untuk mencapai tujuan. Layaknya dalam kehidupan masyarakat, suatu masalah yang timbul menjadikan pola argumentasi tiap individu lebih bervariasi. Seseorang ibarat sebagai FUNGSI, menerima dan memilah berbagai argumentasi masyarakat terhadap suatu permasalahan, untuk kemudian didiskusikan serentak supaya mencapai titik penyelesaian yang efektif.

Keuntungan adanya pengembangan fungsi, apabila suatu program diinginkan menjalankan perintah yang sesuai dengan isi suatu fungsi, maka tidak perlu menulis ulang isi seluruh program, cukup hanya dengan memanggil fungsi yang telah dibuat untuk melakukan proses program. Hal ini dapat menghemat penulisan syntac, mungkin untuk beberapa baris program tidak dipermasalahkan. Namun bagaiamana jika suatu program menghabiskan ribuan baris untuk membuatnya? Rawan terjadi kekeliruan dalam penulisan yang berakibat adanya eror pada proses build program.