Halo man teman Redaksiana! Jumpa kembali dengan saya “Shella” dari kelas 1 D3 Elka B. Kali ini Saya akan membahas tentang STATEMENT PENENTU KEPUTUSAN. Simak baik-baik ya!!

STATEMENT PENENTU KEPUTUSAN

Statement if-else adalah statement yang digunakan untuk menentukan pilihan dari suatu kondisi yang terjadi. Untuk cara kerjanya yaitu melakukan perbandingan menggunakan Relatioonal Operator dan/atau Logical Operator, jika suatu kondisi terpenuhi maka akan mengerjakan proses A dan sebaliknya jika kondisi tidak terpenuhi maka tidak akan mengerjakan proses A namun tidak menutup kemungkinan untuk mengerjakan proses yang lain. Proses A dan B ini dapat berupa baris statement atau beberapa baris yang salling begabung (Compound Statement). Statement if-else bersarang yaitu kombinasi dari beberapa if-else, dimana jika dihadapkan pada kondisi yang harus bersama-sama diujinya (if dalam if).

Statement else-if adalah cara lain dari bentuk if-else yang berfungsi untuk menentukan suatu kondisi yang benar dari beberapa kondisi.

Statement switch-case adalah bentuk lain dari statement else-if, dengan mendaftar kondisi secara vertikal dalam suatu colom untuk memudahkan suatu program.

Statement ini dapat diterapkan pada beberapa kondisi :

  1. Program untuk menentukan bilang ganjil atau genap

void main()
{
int b;
printf(“Masukkan bilangan : “);
scanf(“%d”, &b);

if(b%2==0)
printf(“\nBilangan tersebut termasuk bilangan genap.\n”);
else
printf(“\nBilangan tersebut termasuk bilangan ganjil.\n”);

getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

2. Program untuk menentukan kelompok pembaca karakter

void main()
{
int b;
printf(“Masukkan karakter : “);
scanf(“%c”, &b);

if(b>=’a’ && b<=’z’)
printf(“\nKarakter tersebut termasuk huruf kecil.\n”);
else if(b>=’A’ && b<=’Z’)
printf(“\nKarakter tersebut termasuk huruf BESAR.\n”);
else if(b>=’0′ && b<=’100′)
printf(“\nKarakter tersebut termasuk angka.\n”);
else
printf(“\nKarakter tersebut termasuk karakter khusus.\n”);

getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

3. Pemrograman untuk kalkulator sederhana

void main()
{
int valid_operator = 1;
float bilangan;
float s = 0;
char operator;
printf(“Mari Menghitung\n”);
ULANG:
valid_operator = 1;
scanf(“%f %c”, &bilangan,&operator);

switch(operator){
case ‘s’:
case ‘S’ : s = bilangan; break;
case ‘*’ : s *= bilangan ; break;
case ‘+’ : s += bilangan ; break;
case ‘-‘ : s -= bilangan ; break;
case ‘/’ : s /= bilangan ; break;
case ‘&’ : s = s && bilangan ; break;
case ‘|’ : s = s ||bilangan; break ;
case ‘%’ : s = fmod (s,bilangan); break;
case ‘E’ : goto END;break;
default : valid_operator = 0;
}
if (valid_operator){
printf(“=%f\n”,s);
}
else {
printf(“\nOperator SALAH NIH! Ayok Masukin Lagi!\n “);
}

goto ULANG;
END:
printf(“\n\nCalculator is Ending!”);
getch();

}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

4. Pemrograman untuk menentukan suatu tahun kabisat

void main()
{
int tahun;
printf(“Masukkan tahun antara 1900-2019 =”);
scanf(“%d”, &tahun);
if(tahun%400==0, tahun%4==0)
printf(“\nTahun %d merupakan tahun kabisat”,tahun);
else
printf(“\nTahun %d bukan tahun kabisat”, tahun);
getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Jadi kesimpulannya yaitu kegunaan IF-ELSE sangatlah beragam dan sangat membantu untuk mengatasi problematika pemrograman.