Assalamualaikum wr wb

Hallo teman-teman semua….:)

Kembali lagi nih sama saya dalam pembelajaran C Language Program. kali ini kita akan belajar tentang “Bahasa C bisa mengembangkan fungsinya sendiri ?”, sebelum itu seperti biasa tak kenal maka tak sayang, saya Daffa Syah Alam dari kelas D4 Elektronika A Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Sebelum kita beranjak ke teori sebaiknya kita harus mengetahui tujuan dari pembelajaran kita kali ini yaitu mempelajari pembuatan fungsi-fungsi diluar fungsi-fungsi yang ada, serta mempelajari penggunaan variabel global, local, eksternal, otomatis, statis dan register.

Langsung saja kita meranjak ke teorinya yaitu suatu fungsi adalah bagian program yang terpisah dari fungsi program utamanya main() dan berdiri sendiri untuk mengerjakan suatu proses tertentu. Suatu fungsi dapat digunakan sebagai fungsi itu sendiri, subrutin dan prosedur seperti istilah yang digunakan pada bahasa pemrograman BASIC atau PASCAL. Tujuannya adalah untuk mencegah penggunaan program secara berulang-ulang.

Setelah mengetahui tujuan dan teori pada pembelajaran kali ini tentang fungsi, maka kita bisa melakukan beberapa percobaan di bawah ini :

PERCOBAAN 1

Mari kita membuat fungsi maka harus disiapkan nama fungsi cetak_pesa(). kemudian bila diletakkan dibawah fungsi main(), maka fungsi tersebut harus dideklarasikan diatas fungsi main(). fungsi ini dipanggil 5 kali.

#include<stdio.h>
void cetak_pesan(void);

void main()
{
int i;

for(i=1; i<=5; i++){
printf(“Pesan ke-%d : “,i);
cetak_pesan();
}
getch();
}
void cetak_pesan()
{
printf(“Ini dulu! baru itu!\n\n”);
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Baik teman-teman semua ….:)

Mari kira mencoba untuk membuat program yang sudah ditentukan.

TUGAS 1

Mari kita membuat fungsi faktorial() untuk menghitung nilai faktorial.

#include<stdio.h>
#include<conio.h>

void main()
{
int x;
puts(“Menhitung nilai Faktorial X”);
printf(“Masukkan nilai x = “);
scanf(“%d”, &x);
printf(“Fakorial dari %d = %d\n”, x, faktorial(x));
getch();
}

int faktorial (int i)
{
if (i==1)
return(1);
else
return(i * faktorial(i-1));
getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

TUGAS 2

Mari kita membuat program fungsi permutasi() dan kombinasi() untuk menghitung permutasi dan kombinasi dari suatu pasangan bilangan.

#include<stdio.h>
#include<math.h>

float fak,p;
/*Fungsi faktorial*/
float faktorial(float z)
{
register int i;
float fak=1.0;
for(i=1;i<=z;i++)
fak*=i;
return(fak);
}
/*fungsi permutasi*/
float permutasi(float n,float r)
{
p=(faktorial(n)/faktorial(n-r));
return(p);
}
/*fungsi kombinasi*/
float kombinasi(float n,float r)
{
p= (faktorial(n)/(faktorial(n-r)*faktorial(r)));
return(p);
}
float main()
{float n,r;
char c;
printf(“Menyelesaikan permutasi dan kombinasi (n,r)”);
printf(“\nMasukan Nilai n = “);scanf(“%f”,&n);
printf(“\nMasukan nilai r = “);scanf(“%f”,&r);
if(n<r){printf(“Gagal karena nilai n<r”);goto gagal;}
printf(“Ketik k untuk kombinasi dan p untuk permutasi = “);
getchar();
scanf(“%c”,&c);
if(c==’k’||c==’K’) {
printf(“\nMaka nilai kombinasi dari %g dan %g adalah %g”,n,r,kombinasi(n,r));}
else if(c==’p’||c==’p’){ printf(“\nMaka nilai permutasi dari %g dan %g adalah %g”,n,r,permutasi(n,r));}
else{printf(“operator salah”);}
gagal:
getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

TUGAS 3

Mari kita mebuat program fungsi float suhu(s, d), untuk mengkoversikan suhu dari celcius ke fahreinheit, celcius ke reamur, fahreinheit ke celcius, fahreinheit ke reamur, reamur ke celcius, dan reamur ke fahreinheit. Dimana s adalah suhu sumber, d adalah suhu konversi dan suhu() adalah hasil konversi suhu.
#include<stdio.h>
#include<math.h>
float input, sumber,x,hasil,z=1.0;
char c,d,p;
/*fungsi awal*/
float awal(float input,char c){
if (c==’r’||c==’R’){(sumber=input/4);}
else if (c==’k’||c==’K’){(sumber=(input-273)/5);}
else if (c==’f’||c==’F’){(sumber=(input-32)/9);}
else if (c==’c’||c==’C’){(sumber=input/5);}
else {z=0.0;}
printf(“%g”,sumber);
return (sumber) ;}
/*fungsi akhir*/
float akhir(float input,char d){
if (d==’r’||d==’R’) {hasil= awal(input,c)*4;}
else if (d==’k’||d==’K’){hasil= awal(input,c)*5+273;}
else if (d==’f’||d==’F’){hasil= awal(input,c)*9+32;}
else if (d==’c’||d==’C’){hasil= awal(input,c)*5;}
else {z=0.0;}
return (hasil);}
float main(){
mulai:
printf(“Masukan suhu sumber = “);
scanf(“%f %c”,&input,&c);
printf(“Masukan suhu tujuan = “);
getchar(); scanf(“%c”,&d);
x=akhir(input,d);
if(z==1){printf (“Hasil konversi suhu = %g”,x);}
else {printf(“Operator salah”);}
printf(“\nulangi ??? (y/n)\n”);
getchar();scanf(“%c”,&p);
if (p==’y’||p==’Y’){goto mulai;}
getch();
}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

TUGAS 4

Mari kita membuat fungsi prima(), yang memberikan nilai balik 1 bila bilangan yang dimasukkan adalah prima dan 0 bila bilangan bukan bilangan prima.

#include<stdio.h>
#include<math.h>
int input,x,z=2,hasil=1;
int prima(int input)
{while(hasil!=0&&z<input)
{hasil=input%z;z++;}
if (hasil==0){return(0);}
else return(1);}

int main()
{char c;
printf(“Masukan bilangan bulat = “);
scanf(“%d”,&input);
x=prima(input);
if(x==1) {printf(“bilangan %d termasuk bilangan prima”,input);}
else {printf(“bilangan %d termasuk bukan bilangan prima”,input);}
getch();

}

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest